Politik Sanger Mini

0
96
Indonesia akhir-akhir ini dihantui dengan sebuah suguhan nikmat berwarna hitam dan agak kepahit-pahitan biasa disebut dengan kopi, ya bermacam-macam varian dan trend baru itu dikemas dengan sebuah nama “sanger” Sanger adalah jenis Kopi hitam khas Aceh yang dipadukan dengan susu kental manis dan gula. Bedanya dengan kopi susu biasa adalah minuman ini memiliki komposisi tiga banding satu antara kopi dan susu. ada dua pilihan ketika pecinta kopi memesan si sanger, gelas besar panas atau dingin dan gelas mini, berbagai ekspresi dilakukan oleh pecinta sanger mini ketika memesan pesanannya ada yang mengisyaratkan dengan tangan sambil mendekatkan jari telunjuk dan jempolnya tanpa bersuara sedikitpun dan ini adalah tipe langganan ada juga yang bersuara “mbak mini” dan pelayan mengerti akan hal tersebut mungkin sudah di briefing oleh si bos atau jangan-jangan si sanger ini adalah minuman khasnya para mahasiswa/i maklum saja dengan harga yang bersahabat lima ribu rupiah untuk secangkir sanger mini menikmati free Wi-Fi dua belas jam adalah momen terindah bagi mahasiswa/i untuk berdiskusi menyelesaikan persoalan dan pada umumnya topik yang dibicarakan adalah tentang politik.

Saatnya yang muda berkarya

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama teori klasik Aristoteles dan ini menjadi pembahasan semua generasi baik muda ataupun tua baik mahasiswa ataupun abang-abang becak dan sangat menarik apalagi provinsi Sumatera Utara dan kabupaten/kota yang ikut didalamnya akan melaksanakan pemilukada serentak pada tahun 2018.
Begitu menariknya pembahasan politik sehingga menimbulkan wacana “saatnya yang muda berkarya” dan wacana ini didukung dengan banyaknya tokoh muda memimpin sebuah provinsi dan kabupaten/kota sebut saja Zumi Zola dengan perawakan muda mampu memimpin provinsi Jambi, Syahrial dengan kacamata khasnya mampu meraih kursi walikota Tanjungbalai ini adalah prestasi yang mengagumkan.

Oky Iqbal Frima pemuda yang bertalenta

Kabupaten Batubara dengan berbagai polemik dan tantangan dalam pembangunan kiranya dibutuhkan kerja ekstra dan telaten semua itu ada di pundak yang berjiwa muda, berfisik muda serta berpengalaman tak salah jika orangtua dulu mengatakan “gesit-gesit si anak tupai”. Oky Iqbal Frima,SE merupakan seorang anak muda yang birokrat berpengalaman di kursi DPRD Batubara dan di pemilukada serentak ini Oky ingin mengabdikan dirinya untuk masyarakat Batubara dengan mencalonkan diri sebagai wakil bupati Batubara yang berpasangan dengan Ir.Zahir.
Oky Iqbal Frima, SE
Kali ini sanger berkolaborasi dengan politik, dimana ada sanger disitu ada politik dimana ada politik di situ ada pemuda dan pemuda menjadi pembaharu sebuah kebijakan. Sepertinya kehadiran sanger beriringan dengan wacana pemimpin muda dan itu dirasakan oleh banyak kalangan. Lantas apakah yang muda terus-menerus menyeruput sanger? berdiam diri di warung kopi sembari menikmati lajunya Wi-Fi? Ini adalah tugas seorang pemimpin muda yang faham betul watak pemuda mau di bawa kemana generasi muda ini kedepannya. Biarlah sanger hidup dalam kesederhanaannya tanpa berlama-lama menghadapnya dan menjadikan sanger sebagai wejangan penyejuk fikiran bukan sebagai kebiasaan bermalas-malasan.
Begitu juga dengan politik biarkanlah dia mengalir apa adanya tanpa ada “pemaksaan” yang bersifat semu dan jika ada “pemaksaan” tersebut alamatlah akan berakhir buruk. Proses yang baik tidak akan mengecewakan hasil yang baik pula begitu juga dengan politik jika dipaksakan sebelum matang maka buah nya akan kecut.
Akhirnya sanger dan politik hidup berdampingan sampai kapanpun dan menjadikan mereka sebagai pasangan politik sanger yang abadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here